저자: Bennix · 외국인
요약 보기
Peter Lynch의 투자 원칙 6가지(아는 것에 투자, 장기 보유, 실사 리서치, 성장 기회 추구, 펀더멘털 집중, 역발상)를 소개하고 Bennix 본인의 강의 홍보. 1977~1990 마젤란펀드 연 29% 수익 등 과거 수치 언급. 특정 자산에 대한 1~3개월 방향 예측 발언은 없음.
다듬은 글
Halo, selamat pagi, kembali lagi bersama saya. Sekarang kita akan mempelajari trik investasi rahasia dengan metode Peter Lynch. Jadi, teman-teman investor, jika kalian penasaran bagaimana Peter Lynch bisa menghasilkan ribuan persen, jangan lewatkan video ini. Mari kita simak.
Kalau kalian pengikut Bennix, pasti sudah tahu tentang investor legendaris dunia bernama Peter Lynch. Saya sudah beberapa kali membahas Peter Lynch di channel Bennix ini. Kenapa dia disebut legendaris? Peter Lynch bekerja di perusahaan investasi bernama Fidelity, dan dia diberi kepercayaan untuk mengelola salah satu reksa dana kecil yang tidak populer bernama Magellan Fund. Dia memegang Magellan Fund dari tahun 1977 sampai 1990.
Apa yang membuatnya luar biasa? Banyak manajer investasi di luar sana, tapi yang membedakan Peter Lynch adalah selama bekerja di Magellan Fund, dia secara konsisten mampu mengalahkan pertumbuhan S&P 500 hingga dua kali lipat. S&P 500 adalah indeks yang sama terkenalnya di Amerika seperti LQ45 di Indonesia. Jika LQ45 hanya tumbuh 7% per tahun, Peter Lynch bisa tumbuh 29% dalam satu tahun, dan dia melakukannya secara konsisten setiap tahun.
Bayangkan, dalam 5 tahun terakhir, kenaikan saham BBCA hanya sekitar 15 sampai 20% per tahun. Peter Lynch bisa membuat dana investasinya untung 29% per tahun secara konsisten. Gila, bukan? Bunga deposito sekarang hanya 7%, sementara Peter Lynch bisa memberikan keuntungan empat kali lipat dari bunga deposito, secara konsisten selama lebih dari 10 tahun. Jadi, keuntungan Peter Lynch bukan karena keberuntungan sesaat. Bukan sekali, dua kali, atau tiga kali dia beruntung, tetapi berkali-kali dia mampu membuat perusahaan tumbuh secara konsisten.
Yang lebih mengagumkan lagi, ketika pertama kali bergabung dengan reksa dana Magellan, dana yang dikelolanya hanya sekitar 318 juta dolar. Ini perusahaan kecil. Namun sejak Peter Lynch masuk, dana tersebut tumbuh drastis setiap tahun berkat keuntungan hingga 29%. Ketika dia pensiun, dana kelolaannya sudah meningkat menjadi sekitar 22 miliar dolar. Bayangkan, dari 318 juta dolar menjadi 22 miliar dolar karena Peter Lynch. Ini bukan orang dengan kekayaan kecil. Dia mengelola dana yang sangat besar dan terus bertumbuh secara konsisten.
Penasaran bagaimana hal ini bisa terjadi? Karena Peter Lynch melakukan enam hal berikut.
**Pertama, investasi pada apa yang kamu ketahui.** Peter Lynch adalah investor yang konsisten. Dia mengajarkan bahwa kita sebagai investor ritel, investor kecil, memiliki banyak keunggulan dibanding investor besar seperti Peter Lynch yang mengelola dana ratusan triliun. Kita harus memanfaatkan keunggulan itu dan jangan berinvestasi pada hal-hal yang aneh. Investasilah pada perusahaan yang produk atau layanannya kamu pahami. Jangan berinvestasi pada sesuatu yang tidak benar-benar kamu mengerti. Semakin sering kamu menggunakan produk atau barang tersebut, semakin kamu memahami industrinya, semakin tertarik kamu untuk menggali lebih dalam, dan pada akhirnya ketika ada peluang investasi di bidang itu, kamu akan menjadi orang pertama yang menyadari adanya peluang tersebut. Maka, selalu investasilah pada apa yang kamu ketahui.
**Kedua, pola pikir investasi jangka panjang.** Peter Lynch bukan tipe investor yang hobinya membeli dan menjual saham seperti trader atau scalper. Dia memiliki mentalitas buy and hold. Selama perusahaannya bagus dan ceritanya masih sesuai dengan skenario yang dia buat, dia akan terus memegang sahamnya dalam jangka panjang. Mengapa? Karena Peter Lynch berpendapat bahwa percuma mencoba menebak pasar besok, sore ini, atau sore besok naik atau turun. Itu mentalitas trader. Pada akhirnya, bukannya mendapat untung lebih besar, biaya transaksimu justru makin tinggi. Ketika kamu bertransaksi, kamu membayar pajak, membayar biaya sekuritas, dan lain-lain. Jadi keuntunganmu bisa habis hanya tinggal 1% atau 0,5%, bahkan mungkin biaya transaksimu lebih besar dari itu. Jangan sampai itu terjadi. Itulah sebabnya Peter Lynch mengajarkan mentalitas investasi jangka panjang, buy and hold, dan membeli perusahaan dengan fundamental yang baik. Jika fundamentalnya baik dalam jangka panjang, harga saham perusahaan itu akan bergerak mengikuti fundamentalnya. Dan jangan mudah gugup. Kamu perlu kesabaran dan kepercayaan diri agar tidak mudah panik ketika pasar naik turun. Kamu tetap memiliki mentalitas, "Saya berinvestasi, saya akan memegangnya dalam jangka panjang."
Halo teman-teman, sekarang kita memasuki seri keempat Sekolah Saham Bennix. Terima kasih kepada teman-teman yang sudah memberikan masukan. Nantinya di season 4 akan ada hal baru. Kita tetap akan mempelajari fundamental investasi, bagaimana mengevaluasi sebuah perusahaan, bagaimana menghitung aset riil perusahaan, dan bagaimana memproyeksikan potensi pertumbuhan perusahaan. Itulah yang kami ajarkan dalam investasi fundamental di Sekolah Saham Bennix. Teman-teman akan diajarkan cara mengevaluasi perusahaan. Bagi kalian yang belum sempat bergabung, Sekolah Saham Bennix Season 4 akan segera dimulai dan kalian harus segera mendaftar. Mengapa? Teman-teman yang mendaftar sebelum 25 April 2024 akan mendapatkan diskon 25%. Jadi segera daftar, jangan sampai terlewat. Di season 4 ini kita akan membahas hal baru dan lebih menarik tentang saham luar negeri, cara membelinya, cara mengevaluasinya, dan update portofolio saham Bennix di Amerika Serikat. Bagi kalian yang penasaran bagaimana kami berinvestasi dan mengevaluasi saham di Amerika, segera daftar Sekolah Saham Bennix Season 4 ini. Jangan sampai terlewat, karena kita juga akan membahas beberapa emiten yang menarik untuk dipelajari lebih dalam sebelum presiden baru menjabat. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan diri kalian di Sekolah Saham Bennix Season 4 melalui link di bawah. Sampai jumpa.
**Ketiga, lakukan riset sendiri (due diligence).** Peter Lynch adalah tipe investor yang selalu berulang kali mengajarkan investor ritel untuk melakukan due diligence, memeriksa dan memeriksa ulang emiten yang sahamnya ingin kamu beli. Dia terus mengingatkan, bahkan sampai sering memohon, "Tolong, investor ritel, sebelum membeli saham, periksa bagaimana analisis kompetitif perusahaan ini, apa keunggulannya, bagaimana pergerakan kompetitornya, siapa para pesaingnya, dan yang paling penting, bagaimana kualitas manajemennya?" Jangan sampai ketika kita ingin berinvestasi, kita tidak mengerjakan PR kita. Semua investor punya PR, dan mereka wajib melakukan riset terhadap saham yang ingin mereka beli. Mengapa ini wajib? Karena dengan mengerjakan PR sendiri, kita bisa mengurangi risiko investasi. Kita membeli sesuatu yang kita pahami. Ketika kita memutuskan untuk membeli saham, itu adalah keputusan yang terinformasi, bukan keputusan tebakan. Bukan karena "sepertinya ini akan naik karena konstelasi planet meledak atau Neptunus dan Saturnus bertabrakan, lalu sahamnya naik." Tidak. Kamu sudah melakukan riset yang terinformasi. Artinya, kamu sudah melakukan check and recheck, kamu sudah melakukan analisis sendiri, sehingga ketika berinvestasi, itu bukan tebakan, melainkan hasil perhitungan, sehingga risikomu bisa berkurang.
**Keempat, selalu cari peluang pertumbuhan.** Ini hal keempat yang penting, dan Peter Lynch sangat terkenal dengan hal ini. Dia sangat populer dengan istilah "ten bagger", yang artinya keuntungan 10 kali lipat, atau keuntungan 1000%. Itu minimum. Jadi dia benar-benar punya hobi seperti itu. Kalau saya membeli saham, saya ingin keuntungan minimal 1000%, begitulah Peter Lynch. Apa rahasianya? Peter Lynch bisa mendapatkan keuntungan ribuan persen karena dia selalu berinvestasi pada perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan kuat, yaitu perusahaan yang berpotensi tumbuh secara eksponensial. Bukan perusahaan yang tumbuh 1%, 2%, atau 3%, melainkan perusahaan yang memiliki keinginan dan tren untuk berkembang dalam bisnisnya. Contohnya mudah. Dahulu mereka hanya punya dua cabang restoran, sekarang besok punya 8, lusa punya 12, lalu nanti menjadi 20. Saham seperti ini pasti akan terus tumbuh, jadi jangan sampai kehilangan target. Jika kamu dulu membeli saham McDonald's ketika mereka hanya punya satu restoran, lalu sekarang mereka sudah punya puluhan ribu, kamu bisa mendapatkan keuntungan ribuan persen. Itulah pola pikir pertumbuhan. Inilah yang perlu kita lakukan sebagai investor. Ketika berinvestasi, kita harus selalu mencari potensi pertumbuhan. Sebagai investor ritel juga, kita harus selalu sadar akan peluang bertumbuh, dan kita harus melihat kondisi-kondisinya.
Menurut Peter Lynch, ada tiga ciri perusahaan yang bisa tumbuh terus-menerus dan sehat. Pertama, perusahaan itu memiliki keunggulan kompetitif. Kedua, perusahaan itu memiliki pertumbuhan laba yang kuat, artinya labanya bisa tumbuh cepat, kuat, dan berkelanjutan. Ketiga, perusahaan itu memiliki valuasi yang menarik jika dibandingkan dengan peluang pertumbuhannya. Saya baru saja mengajarkan ini di Sekolah Saham Bennix Season 3 kemarin. Bagaimana kita mengukur emiten yang hanya saya pegang dengan PBV 400%? Saya mengukurnya begini. Sebenarnya, ketika kamu melihat PBV hari ini, kelihatannya mahal, tetapi jika kamu melihatnya dalam satu atau dua tahun ke depan, sebenarnya tidak mahal. Banyak orang mengukur apa yang terjadi di masa lalu, itulah yang disebut membaca laporan keuangan. Artinya, mereka membaca masa lalu seolah-olah dengan itu dia mengelola masa depan, padahal tidak. Yang harus dia lakukan adalah mampu mengelola valuasi berdasarkan peluang pertumbuhan. Misalnya, keyakinan saya adalah saya sangat yakin bahwa hari ini nasabah BCA hanya sekitar 40 juta orang. Beri waktu 10 tahun ke depan, saya yakin Bank BCA akan memiliki lebih dari 50 juta nasabah. Jadi, kamu tidak perlu heran jika dalam 10 tahun harga sahamnya naik. Sesederhana itu. Ada pertumbuhan di sana, tetapi peluang bagi kita untuk masuk adalah perusahaan yang bisa tumbuh lebih tinggi lagi.
**Kelima, selalu fokus pada fundamental, bukan pada pergerakan candlestick.** Jangan fokus pada hal-hal yang sering dibicarakan di grup saham yang tidak fokus pada fundamental perusahaan itu sendiri. Ingat, kamu sedang berinvestasi pada sebuah perusahaan. Ya, kamu membeli saham, tetapi yang kamu pantau bukanlah pergerakan sahamnya, melainkan kamu harus memantau pergerakan fundamental bisnisnya. Bagaimana pertumbuhan lababnya? Bagaimana arus kasnya, baik atau buruk? Berapa ROI-nya? Jika saya menaruh uang sekarang, kira-kira berapa persen akan kembali dalam berapa tahun? Kamu harus bisa mengukur itu semua. Semua ini sejalan dengan alur investasi fundamental. Orang seperti Peter Lynch benar-benar percaya bahwa fundamental perusahaan yang baik pada akhirnya juga akan menghasilkan pergerakan harga saham yang baik. Itulah sebabnya investor harus fokus berinvestasi pada perusahaan yang memiliki fundamental baik dan keunggulan kompetitif yang bagus, bukan hanya untuk saat ini, tetapi juga untuk masa depan.
Yang terakhir, nomor enam: berani berbeda pendapat (be contrarian). Apa artinya saat berinvestasi? Kita tidak harus selalu sependapat dengan banyak orang. Banyak orang, saat mau berinvestasi, bertanya dulu ke kiri dan kanan. "Hei, aku mau beli ini bagus nggak? Aku mau beli itu bagus nggak? Eh, aku mau beli saham S besok, kamu setuju nggak?" Itu tidak aneh. Tapi ketika dia mau berinvestasi, dia bertanya ke kiri, kanan, atas, bawah. Kalau merasa banyak orang setuju dengannya, berarti dia benar. Padahal belum tentu.
Banyak keputusan investasi yang orang anggap benar hanya karena mayoritas makhluk di bumi setuju. Seolah-olah itu berarti dia manusia hebat dan keputusan investasinya pasti tepat. Padahal tidak. Kita harus berani menjadi contrarian, yaitu punya pandangan yang berbeda dari publik umum.
Dulu saya berinvestasi di saham-saham yang orang anggap saham jelek. Ternyata harganya cuma sekian puluh miliar, sampai akhirnya bank. Dulu, kamu tahu dunia perbankan digital? Ternyata dari saham bank digital itu saya bisa untung besar, 500%, 600%, bahkan ribuan persen. Atau ketika saya membeli saham perusahaan terkait penerbangan, bisa untung ratusan persen. Aneh tidak? Orang bilang aneh. Tidak ada yang pernah mendengar nama bank itu, nama perusahaannya. Tapi ternyata perusahaan itu naik. Ekuitasnya dulu cuma sekitar 500 miliar, sekarang berapa? Sudah triliunan. Apakah mereka punya pertumbuhan? Pertumbuhannya kuat dan konsisten setiap tahun.
Ini yang saya lakukan. Saat berinvestasi, saya punya pola pikir bahwa keputusan itu berasal dari keputusan dan analisis saya sendiri, bukan dari apa kata orang. Saya tidak pernah cross-check ke orang lain. "Eh, aku sebenarnya tidak mau beli saham S. Kamu beli saham S? Menurutmu bagus atau tidak?" Saya melakukannya berdasarkan hasil riset saya sendiri. Dan ketika banyak orang tidak setuju dengan saya, saya justru lebih senang. Kenapa? Karena saya yakin mereka akan bergerak ke arah yang sudah ditentukan oleh bandar.
Banyak orang, saat mau beli saham, cek-cek-cek-cek. Akhirnya kabar apa yang sedang menyebar, siapa bandarnya? Seperti bandar. Bro, kalau saya selalu ambil posisi sebaliknya: kalau bandar bilang beli, saya jual. Kalau bandar bilang jual, saya beli. Dan yang paling menarik, saya suka membeli saham yang jarang dilirik bandar atau big fund. Karena kalau big fund sudah masuk, harganya sudah melambung, alias terlalu mahal.
Jadi saya sangat setuju dengan keputusan investasi Peter Lynch yang sering kali contrarian. Bahkan Peter Lynch sendiri sering kesulitan. Dia sering dimarahi bosnya dulu, karena orang membeli saham A, dia malah membeli saham B. Lalu dia dimarahi. Tapi pada akhirnya namanya juga tercatat sebagai investor, dan terbukti keputusannya benar. Jadi kamu tidak harus selalu mengikuti tren. Kamu harus bisa mendahului tren, atau bahkan bisa membedakan saham mana yang populer hanya untuk jangka pendek, dan saham mana yang sebenarnya menyimpan potensi pertumbuhan untuk masa depan. Sehingga ketika kamu membeli saham yang sekarang harganya murah, tidak menarik, atau terlihat buruk, sebenarnya itu harta karun yang tersembunyi.
Jadi, artinya harus percaya diri menjadi contrarian. Jangan punya moralitas atau mentalitas herding, yaitu ikut-ikutan apa kata orang. Jangan. Kamu harus cek, cek, cek, dan riset. Karena kalau ada begitu banyak orang membicarakan saham tertentu, percayalah, teman-teman, bandarnya sudah masuk duluan. Baru kamu datang, kamu baru datang hanya untuk dijadikan tempat keluar bandar.
Teman-teman, ini adalah ilmu investasi yang diajarkan Peter Lynch yang saya rangkum di sini. Ada enam:
1. **Investasi pada apa yang kamu ketahui.** Belilah bisnis yang kamu pahami, atau yang produknya kamu pakai. 2. **Selalu punya perspektif jangka panjang,** bukan perspektif trader harian atau bulanan. Bayangkan: kalau saya membeli saham ini dan tiba-tiba tertahan 3 tahun atau 5 tahun, apakah saya berani memegangnya? Kalau kamu bilang "aku tidak berani memegang saham 3-5 tahun", sebaiknya kamu jangan membeli saham, karena nanti kamu gampang panik saat harganya turun. 3. **Lakukan pekerjaan rumahmu sendiri.** Kamu harus mau cek dan riset saat ingin membeli saham atau instrumen apa pun. 4. **Fokus pada peluang pertumbuhan.** Ini yang sering saya lakukan. Saya membeli perusahaan yang sekarang terlihat buruk, karena saya tahu ada peluang pertumbuhan. Jadi jangan heran kalau saya sering mendapat untung 300-500%. Itu standar. Yang saya beli bukan kondisi hari ini, tapi kondisi di masa depan. Misalnya ketika saya berinvestasi di bank digital, Bank Indonesia dan OJK bahkan belum menerbitkan regulasi tentang bank digital. Izin bank digital pun belum ada, karena memang belum ada bank digital saat itu. Tapi saya tetap membeli karena saya yakin dan percaya suatu hari nanti regulasi dan izinnya akan diterbitkan, dan keduanya akan melonjak. Ketika sahamnya melonjak, saya jual, dan kita untung besar. Investasi itu sangat mudah, terutama kalau kamu mau mengerjakan pekerjaan rumahmu. 5. **Selalu fokus pada fundamental, bukan harga, bukan chart, bukan POA, bukan candle, dan sebagainya.** Itu tidak penting. Yang penting adalah fundamental bisnisnya. Kamu harus mengevaluasinya berulang kali. 6. **Berani punya pendapat yang berbeda.** Berani berbeda dari kebanyakan orang. Berbeda dari manajer investasimu, dari bandarmu, atau dari kelompok Sam-mu. Berani membuat keputusan investasi yang tidak umum. Mungkin orang bilang kamu gila atau bodoh. Misalnya ketika saya berinvestasi di bank digital, orang bilang Benix itu benar-benar bodoh. BI bahkan belum menerbitkan izin bank digital. Belum ada regulasinya. Kamu sudah membeli sahamnya, itu aneh, benar-benar bodoh. Bagaimana kalau tidak diterbitkan? Tapi ternyata sejarah membuktikan. Sekarang banyak orang membuka deposito memakai ponsel. Banyak orang membayar memakai ponsel, transfer uang memakai ponsel. Masa depan adalah perbankan digital.
Sekali lagi, ini bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual bank digital, karena tren itu sendiri sudah lewat. Jadi bagaimana menurutmu, apakah kamu tertarik membahas Peter Lynch lebih dalam, atau kita bahas saja langkah Warren Buffett dan Charlie Munger? Menurutmu bagaimana metode investasi Peter Lynch? Apakah itu metode investasi yang tepat, atau menurutmu itu terlalu gila dan banyak kesalahannya? Jangan lupa like, share, dan komentar di bawah. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye.


Comments 0