저자: Bennix · 외국인
요약 보기
결론: 피터 린치의 투자 원칙 세 가지(무엇을 사는지 알기, 재무상태 점검, 매도 시점 알기)와 장기 관점을 강조하며, 특정 종목에 대한 가격 방향 예측은 없다. [투자 원칙 개요] 영상은 인플레이션 시기에 피터 린치의 투자 지식 세 가지를 소개한다. [1번 원칙: 무엇을 살지 알아야 한다] 12살 아이에게 설명할 수 있을 정도로 사업을 이해해야 한다고 강조한다. [2번 원칙: 재무 상태 확인] 부채, 현금, 자산 상태를 확인해야 하며 부채가 많은 회사는 피해야 한다고 설명한다. [3번 원칙: 언제 팔지 알아야 한다] 사업 시나리오가 바뀌었을 때 매도하고, 단순한 가격 상승·하락만으로 팔면 안 된다고 말한다. [장기 관점] 단기 변동성에 흔들리지 말고 장기 복리 효과를 목표로 해야 한다고 강조한다. 예시로 연 20% 수익률의 복리를 든다. [종목 언급] 삼성전자, SK하이닉스 등 대상 종목 가격 방향에 대한 구체적 예측 발언은 없다. 예금·채권·펀드 수익률 비교 언급만 있다.
다듬은 글
Ini adalah transkrip otomatis (ASR) dari video berbahasa Indonesia yang sangat banyak salah dengar. Saya rapikan semampu mungkin dengan memulihkan istilah yang jelas dan membuang kalimat yang sepenuhnya tak bisa dipulihkan; bagian yang benar-benar tidak jelas saya tandai dengan [tidak jelas] alih-alih menebak.
Dalam pembahasan tips investasi, ada tiga hal utama yang menurut Peter Lynch harus diketahui setiap investor. Ini adalah inti dari wawancaranya yang sudah saya tonton berkali-kali, di internet, majalah bisnis, seminar, maupun pelatihan. Banyak metode investasi yang beredar, tetapi kompleksitasnya bisa diringkas menjadi tiga hal ini. Dalam wawancara itu ia sendiri mengatakan bahwa tiga hal ini sudah cukup.
Yang pertama dan paling penting adalah: **Anda harus tahu apa yang Anda beli.** Indikator bahwa Anda benar-benar paham adalah jika Anda bisa menjelaskannya kepada anak berusia 12 tahun. Kalau dalam lima menit Anda tidak bisa menjelaskannya ke anak 12 tahun, berarti Anda memang belum paham.
Contohnya, saya pernah mengadakan pelatihan. Ada seseorang yang membeli saham "ITMG" dan saya tanya, "Kenapa Anda beli ITMG?" Ia tidak tahu ITMG itu singkatan apa. Padahal itu singkatan dari Indo Tambangraya Megah. Ia terdiam. Artinya ia tidak tahu apa yang ia beli. Banyak orang membeli saham hanya dari kode saham tanpa tahu perusahaannya bergerak di bidang apa. Ini bukan hanya terjadi di Amerika, tetapi juga di Indonesia. Kebanyakan orang membeli saham karena harganya sedang naik, dan itu bukan alasan yang cukup. Itu justru berbahaya.
Coba bayangkan: kalau Anda tidak bisa menjelaskan perusahaan pupuk itu bergerak di bidang apa, atau susu, yogurt, dan es krim itu milik perusahaan mana, Anda tidak benar-benar memahami saham yang Anda pegang. Jadi, kenali dulu apa yang Anda beli.
Lalu ada tiga keputusan yang harus bisa Anda ambil ketika membeli saham. Pertama, Anda ingin menghasilkan uang. Pilihan paling aman yang sering dipilih orang adalah reksa dana. Reksa dana bisa memberi return mungkin sekitar 5 sampai 8 persen per tahun. Apakah itu cukup, tergantung kebutuhan Anda.
Pilihan kedua adalah deposito, yang dijamin negara melalui LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Return-nya kira-kira 4 sampai 9 persen per tahun. Pilihan ketiga adalah saham, yang bisa memberi return 20 sampai 30 persen per tahun, bahkan lebih.
Menurut Peter Lynch, dari ketiga pilihan itu, yang terbaik adalah saham. Ia memberi contoh: meskipun ada manajer investasi reksa dana yang jujur dan pintar, sebagian besar fee yang dibayarkan investor justru habis ke manajer investasi. Dari sisi keuntungan, lebih baik Anda langsung ikut berbagi keuntungan dengan perusahaan yang Anda pilih. Ia bahkan menyebut bahwa di antara tiga pilihan tadi, saham adalah yang paling mudah dipahami, sama seperti Anda membeli saham BCA.
Soal target return, itu berbeda untuk setiap orang. Sebagian menganggap 10 persen itu mudah. Namun menurutnya, rata-rata orang hanya mendapat sekitar 50 persen dalam beberapa tahun. Kalau Anda ingin hasil yang lebih, Anda harus lebih jeli. Tetapi ingat, itu hanya ekspektasi pribadi. Misalnya saya membeli SMDR bulan Desember lalu, lalu naik 100 persen. Saya jual, lalu turun lagi. Setiap orang punya kebutuhan, masalah, dan situasi yang berbeda. Kalau bagi Anda 100 persen sudah cukup, ya silakan jual. Kapan Anda mau keluar itu keputusan Anda sendiri, karena Anda yang paling tahu kebutuhan Anda. Mungkin Anda perlu bayar uang sekolah tiga minggu lagi, atau tiba-tiba harus bayar cicilan mobil. Jadi jangan terlalu menggeneralisasi. Ada orang yang puas dengan 1000 persen, ada yang tidak.
Dalam kasus saya, tentu saya punya metode investasi dan trik sendiri yang sesuai dengan filosofi saya, dan saya pegang dengan baik. Saya tidak lelah berinvestasi dan membaca. Kemarin, misalnya, di kantor banyak orang yang berkomentar, "Saya mau beli saham ini, bagus nggak?" Semua bilang, "Ya, itu oke. Bisa tetap dapat 100 persen dalam tiga tahun." Tapi saya selalu mencoba meluangkan waktu untuk mencari saham yang punya potensi multibagger, yaitu yang bisa naik 500 persen atau lebih, bukan hanya 50 atau 100 persen. Tidak mudah, tapi memang itu yang saya cari.
Menurut Peter Lynch, Anda harus memeriksa kondisi keuangan perusahaan: berapa utangnya, berapa kasnya, dan bagaimana posisi neraca (balance sheet)-nya. Contoh sederhana: ada dua perusahaan, A dan B, harga sahamnya sama-sama 4 dolar per lembar. Perusahaan A punya utang 1 miliar dolar dan kasnya nol. Perusahaan B punya utang 1 miliar dolar, tetapi kasnya juga 1 miliar dolar. Jelas, meski harga sahamnya sama, kondisinya sangat berbeda.
Analogi lain: ada seseorang yang punya rumah senilai 500 juta rupiah tetapi punya utang 1 miliar rupiah. Nilai bersih orang itu adalah 500 juta dikurangi 1 miliar, yaitu minus 500 juta. Hitungan seperti ini sebenarnya sederhana, bahkan anak kelas 4 SD pun bisa. Jadi, jangan pernah membeli saham tanpa tahu kondisi keuangannya: bagaimana status utangnya, bagaimana asetnya. Ini salah satu hal terpenting menurut Peter Lynch.
Anda bisa melihat ini dari laporan keuangan, dari laporan laba rugi, dan dari bisnisnya. Tidak perlu rumus yang rumit. Cukup pengurangan, penjumlahan, perkalian, dan pembagian ala SD, dan Anda sudah bisa menilai saham mana yang punya prospek baik dan mana yang tidak.
Ada tingkatan investor. Tingkat paling dasar adalah investor yang tidak tahu apa yang harus dibeli. Tingkat berikutnya, ia tahu apa yang tidak boleh dibeli. Lalu tingkat selanjutnya, ia tahu kapan harus menjual. Investor yang sudah berpengalaman biasanya tidak lagi bingung karena sudah paham saham apa yang layak dibeli. Jadi urutannya: pertama, tahu apa yang tidak boleh dibeli; kedua, tahu apa yang harus dibeli; ketiga, tahu kapan harus menjual.
Lalu, kapan harus menjual? Peter Lynch sendiri mengakui kesalahan terbesarnya: ia menjual terlalu cepat. Ia memberi contoh beberapa perusahaan seperti Gilead dan McDonald's, yang di kemudian hari bisa naik ribuan persen, tetapi ia sudah menjual terlalu cepat. Untuk menghindari itu, ia punya metode yang disebut skenario saham. Jika skenario yang ia buat masih berjalan, ia tetap memegang sahamnya.
Misalnya ia membeli saham perusahaan yang mesinnya hanya dua. Skenarionya: perusahaan akan mengimpor atau membeli mesin baru sehingga kapasitasnya naik menjadi sepuluh mesin dengan kualitas bahan yang lebih baik. Logikanya, pendapatan pun ikut naik lima kali lipat. Ia menuliskan skenario itu di catatan investasinya. Perusahaan itu mungkin akan berutang atau menerbitkan saham baru untuk membeli mesin. Namun di tengah jalan ternyata mereka hanya membeli lima mesin, bukan sepuluh, dan merek mesinnya bukan Jerman melainkan Tiongkok. Di sini skenarionya berubah. Maka kita harus memeriksa apakah kualitas mesin itu sama dengan merek Jerman, seberapa sering rusak, berapa biaya suku cadangnya, dan apakah teknisinya harus didatangkan dari luar negeri. Semua itu harus dihitung. Ketika skenario berubah, itulah saat yang tepat untuk menjual.
Jadi jangan menjual hanya karena harga naik, dan jangan pula menjual hanya karena harga turun. Itu juga keliru. Kesalahan terbesar Peter Lynch adalah menjual terlalu cepat dan ia mengakuinya. Kesalahan menjual itu masih lebih baik daripada kesalahan membeli. Setelah kita belajar, kita bisa tahu bahwa kita pernah menjual dengan salah. Misalnya, ada yang menjual saat untungnya baru 100 persen, lalu dua tahun kemudian sahamnya naik 300 persen. Itu juga pelajaran. Menjual memang selalu terasa salah, tetapi itu wajar.
Kalau Anda bisa mencapai level investor seperti ini, Anda sudah berada di level yang lebih tinggi daripada banyak orang yang bahkan belum sampai level pertama. Yang penting sekarang adalah terus belajar, sampai suatu saat Anda bisa menemukan saham multibagger.
Jadi, bagi Anda yang masih bingung soal investasi, saya ingin mengatakan bahwa ada begitu banyak informasi yang menyesatkan di luar sana. Bijaklah memilih sumber belajar.
Warren Buffett, 미트볼 가게 같은 곳에서는 잘못된 정보를 주기 좋아하죠. 제가 아르디 씨를 이겼어요, 이미 레벨이 그 수준입니다. 딜러가 그런 식이고, 그러니까 설사(?)는 주주의 이익을 지키는 사람이죠. 제 생각에 그건 정상입니다.
그런데 제가 왜 Peter Lynch라는 이름을 좋아하냐면, 트위터 렌즈로 보면 그는 지금도 Fidelity라는 투자회사에서 어드바이저로 일하고 있어요. Fidelity도 자체 뮤추얼 펀드를 갖고 있는데, 그럼에도 그는 "내가 당신이라면 뮤추얼 펀드를 사겠다, 내가 당신이라면 채권 예금 같은 건 사지 않겠다"라고 말합니다.
제 생각도 같습니다. 주식에 넣든, 뮤추얼 펀드에 넣든, 금에 넣든, 예금에 넣든, 가장 중요한 건 내가 무엇을 사는지 알아야 한다는 거예요. 모르는 상태에서 어느 날 갑자기 만디리 뮤추얼 펀드를 샀는데 어제 폭락했다면, 왜 그 펀드가 떨어지는지, 누가 운용하는지, 안에 무엇이 담겨 있는지, 그걸 알아야 합니다. 뮤추얼 펀드는 여러 자산을 모아 놓은 바구니일 뿐이니까요.
자, 여러분, 투자를 좋아하는 분들에게 이 설명이 충분히 명확했길 바랍니다. 피터 린치가 가르쳐 준 세 가지를 정리하면 이렇습니다.
첫째, 무엇을 사는지 알아야 합니다. 둘째, 언제 팔아야 하는지 알아야 합니다. 미묘하지만 중요한 부분이에요. 지표가 어떤 신호를 보내는지, 어떤 시나리오가 만들어졌는지 봐야 합니다. 셋째, 그리고 이게 가장 중요한데, 장기적인 마인드셋을 가져야 합니다.
왜 장기가 중요할까요? 부자가 되는 건 사실 어렵지 않습니다. 얼마나 오래 버틸 수 있느냐의 문제예요. 연 20%를 꾸준히 낸다고 가정해 봅시다. 1,000만 루피아로 20년을 가면 엄청나게 불어납니다. 그러니 단기 등락에 흔들리지 않고 장기 목표에 집중하는 게 훨씬 중요합니다.
장기 마인드셋을 가지면 시장의 변동성에 정신이 팔리지 않습니다. 왜냐하면 장기적으로 투자의 이름은 결국 우상향을 보는 것이기 때문이에요. 1,000일, 2,000일, 3,000일, 4,000일, 5,000일, 6,000일… 이런 논리로 보면 됩니다. 인도네시아 기업, 특히 펀더멘털이 좋은 기업은 JCI(종합지수)의 상승을 따라가게 되어 있어요.
예를 들어 10년 뒤 주가가 2만 루피아가 된다면, 주식이 세 배가 될 가능성이 있다는 뜻입니다. 불가능하다고 말하는 사람도 있겠지만, 가능성은 충분해요. 어제까지만 해도 SG(주식)가 3,000~4,000 수준이었고, 이제 6,000까지 올랐죠. 장기 투자를 한다면 선택지는 이기거나, 크게 이기거나 둘 중 하나입니다.
어제만 해도 "시장이 어렵다, 종말이다" 같은 말이 많았습니다. 2021년 5월에는 가격이 5,700 정도였는데, 그때 제 사무실에서 만난 많은 비관적 투자 매니저들은 6,225까지 갈 수 있겠냐고 되물었어요. 그런데 지금은 2025년이 아니라 2022년인데도 가격이 이미 7,210입니다. 상상해 보세요. 작년 5월에 몇천 루피아를 샀다면 지금은 7,000 루피아가 된 셈이에요.
단기 마인드가 강하고 욕심이 많은 친구들에게는 불가능해 보일 겁니다. 하지만 매달 100만 루피아씩 저축해서 꾸준히 가면 충분히 부자가 될 수 있어요. 정당하고 가능한 이야기입니다. 단기 기억을 미루고, 장기 목표에 집중할 수 있다면 말이죠.
피터 린치는 Fidelity에서 마젤란 펀드를 운용했는데, 그 펀드는 그가 운용하는 동안 100배 넘게 성장했습니다. 그의 팀도 우리에게 계속 나아가는 마인드셋이 필요하다고 말합니다. 시장 폭락은 분명히 존재하고, 실제로 자주 옵니다. 하지만 시장이 폭락할 때 그는 팔지 않고 오히려 샀습니다.
해설하는 사람들을 보면, 시장이 어렵고 인플레이션이 올 때 사람들은 두려워하고, 다 그런 식으로 겁을 냅니다. 투자자는 주가가 떨어지는 걸 자주 보게 됩니다. 아직 제 말이 와닿지 않을 수도 있지만, 레벨이 올라가면 투자자의 마인드셋이 주가가 오르는 걸 보는 것보다 떨어지는 걸 보는 게 더 흥미롭다는 걸 깨닫게 될 겁니다.
트레이더는 주가가 떨어지면 팔고, 낮게 팔면 이상하다고 느껴서 다시 더 높은 가격에 팝니다. 그러니까 투자자와 트레이더의 차이가 여기서 드러나죠.
자, 여러분, 이상이 피터 린치의 세 가지 원칙을 중심으로 한 투자 이야기였습니다. 잘 기억하시고, 잘 적용하시길 바랍니다. 함께 공부한 내용이 도움이 되었으면 좋겠습니다. 건강하세요.


Comments 0