저자: Auro채널진행자 · 외국인
요약 보기
이 영상은 피터 린치식 적정주가 계산(PEG 기반 밸류에이션)을 소개하고, 인도네시아 주식 ASTRA 인터내셔널에 적용하는 과정을 엑셀로 시연한다. 린치 소개: 1944년생 미국 투자자로, 1977~1990년 마젤란 펀드를 운용해 자산을 2천만 달러에서 140억 달러로 키웠다고 설명한다. 『One Up On Wall Street』에서 제시한 공식을 분석 방법으로 제시한다. 분석 방법: 과거 매출 성장률, 주당순이익(EPS) 성장률 등 재무 지표를 2017~2021년 자료로 수집해 평균 성장률을 구한다. 주가, 배당 등을 입력해 계수를 산출한다. 계수 해석: 계수가 1 미만이면 고평가, 1이면 적정, 2~3이면 저평가, 3 초과면 매우 저평가로 본다. 결과: ASTRA 인터내셔널은 Misrahi 방식에서는 고평가, Graham 밴드에서는 저평가, 린치 방식 계수는 0.48728로 여전히 고평가로 나타났다. 린치 공식 기준 최대 적정가는 약 2,700이라고 제시했다. 다른 종목 예시: 다른 발행사에 적용했을 때는 Misrahi 기준 아직 저평가로 나타났고, 현재가 8,750에서 적정 최고가 10,000까지 여지가 있다고 설명했다. 진행자는 엑셀 파일 제공을 언급하며 구독과 좋아요를 요청했다. 특정 종목의 매수·매도 추천은 명시되지 않았다.
다듬은 글
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bertemu lagi dengan channel Auro. Pada kesempatan ini, channel Auro akan membahas valuasi lagi, lebih tepatnya kalkulator valuasi harga saham gaya Peter Lynch. Metode evaluasi ini cukup cocok untuk Anda yang menganggap diri sebagai investor *good ground*. Sebelum kita lanjut seperti biasa, mohon like, share, atau subscribe channel ini agar channel bisa lebih semangat menyediakan konten yang bermanfaat. Mari kita lanjutkan.
Sebelum masuk ke Excel yang sudah kami siapkan, kita perkenalkan dulu siapa Peter Lynch. Peter Lynch, atau yang lebih dikenal dengan nama Lynch, adalah pria kelahiran 1944 yang dikenal sebagai investor populer dari Amerika Serikat. Lynch bekerja di perusahaan-perusahaan ternama seperti Fidelity Investment dan Fidelity Management and Research Company sejak 1969. Sambil mengelola Fidelity Magellan Fund dari 1977 sampai 1990, Peter Lynch berhasil mengembangkan aset dari 20 juta dolar AS menjadi 14 miliar dolar AS.
Investor perlu memiliki pengetahuan yang luas agar lebih presisi dalam mengambil keputusan investasi. Untuk mencapai keberhasilan 14 miliar dolar tersebut, Lynch dikenal sebagai investor yang andal. Untuk memahami saham, kita harus terlebih dahulu menganalisis katalis dan menjadi investor yang mandiri dengan melakukan analisis sendiri. Pesan dari Peter Lynch adalah kita harus percaya diri pada diri sendiri. Biasanya, lakukan analisis sebelum membeli saham dengan melihat pertumbuhan penjualan (*sales growth*), pertumbuhan harga atau *floating price*, serta *earnings to growth*, yaitu pertumbuhan laba, untuk melihat kesehatan keuangan perusahaan.
Pada masa pensiunnya, ia menulis buku berjudul *One Up On Wall Street*. Di halaman 199 buku tersebut, ia menjelaskan sebuah rumus. Rumus Lynch ini ia gunakan untuk menganalisis Coca-Cola sebagai contoh. Hasil dari rumus ini berupa koefisien. Jika koefisiennya di bawah 1, artinya harga saham *overvalued*. Jika sama dengan 1, harga wajar (*fair value*). Jika 2, *undervalued*. Jika lebih dari 3, sangat *undervalued*, alias sangat murah.
Sekarang kita coba di Excel yang sudah kami siapkan. Di sini kita akan mencoba lagi pada saham Astra International. Materinya sangat mudah. Kita mengumpulkan data EPS dari 2017 sampai tahun 2021. Lima tahun terakhir sudah tersedia di aplikasi, kecuali 2017, yang bisa dilihat langsung di laporan keuangan.
Sebelum melanjutkan, saya juga memanfaatkan kesempatan ini. Di Excel ini sudah ada valuasi dari Mesrahi dan Graham. Pada video sebelumnya, hasil Astra International dengan metode Mesrahi menunjukkan *overvalued* atau terlalu mahal, sedangkan dengan analisis Graham masih *undervalued*.
Sekarang kita cek harga wajar dengan metode Peter Lynch. Pertama, kita kumpulkan data EPS lima tahun terakhir. Data tersebut sudah tersedia. Kemudian kita lihat kelompok pertumbuhannya: seberapa besar kenaikan, seberapa besar penurunan, dan seterusnya. Setelah itu kita hitung rata-rata kenaikannya. Harga *floating* ketika video ini dibuat sekitar 5.750. Pada saat tabel ini dibuat, harganya 5.650, dan harga *real time* sekarang sudah tersedia. EPS tahun lalu juga sudah ada.
Rumusnya: harga saham dibagi EPS, lalu kita lihat berapa kali kelipatannya. Dividen juga bisa dilihat di aplikasi. Pada 2021, total dividen yang diterima sebesar 132, yang kemudian dibandingkan dengan harga *floating* saat ini.
Setelah memasukkan rumus Peter Lynch, kita mendapatkan koefisien Peter Lynch sebesar 0,48728. Koefisien ini berada di bawah 1, yang berarti saham Astra International *overvalued*. Dengan memberi koefisien 1 pada rumus, harga wajar maksimumnya adalah sekitar 2.700.
Jadi, untuk Astra International, dengan metode Mesrahi masih *overvalued*, dengan Graham *undervalued*, dan dengan Peter Lynch juga masih *overvalued*. Kami juga sudah menyiapkan contoh untuk emiten lain. Misalnya dengan valuasi Mesrahi, saham tersebut masih *undervalued*.
Kita cek apakah masih *undervalued*. Ternyata nilainya memang masih *undervalued*. Saat harga masih di 8.750, analisis dengan metode ini masih menunjukkan harga wajar, dengan harga maksimum wajar sekitar 10.000. Analisis dengan metode Lynch relatif mudah dibandingkan metode lain.
Jika Anda ingin mendapatkan Excel ini, termasuk analisis Mesrahi dan Graham, silakan cek kolom deskripsi. Caranya cukup mudah. Anda bisa menerapkannya sendiri di Excel: cukup masukkan EPS, harga *floating*, dan dividen. Di file tersebut juga ada batas maksimum 10.000, dan peluang keuntungan dari 8.750 ke 10.000 bisa dihitung. Untuk cara menggunakan metode Mesrahi dan Graham, silakan lihat video saya sebelumnya.
Demikian pembahasan singkat tentang analisis valuasi ini. Sekali lagi, Anda bisa mendapatkan tiga analisis metode valuasi dalam satu Excel. Caranya ada di kolom deskripsi. Terima kasih sudah menyimak presentasi tentang valuasi Lynch ini. Mohon like, share, dan subscribe agar channel ini terus memberikan manfaat dengan konten yang berguna. Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Comments 0