people장 홈📈 Stock Masters주식 유튜브를 Articles로 읽고 Author의 예측을 실제 가격으로 확인합니다 people장 Board 홈요청하기

한국어 · English

Bear Bearish · Title·요약 키워드 기준 ·

BAHAS NASIHAT CHARLIE MUNGER YUK!! BIG MONEY IS IN THE WAITING?? CONTOH KASUS DMAS, PTBA, BBRI??

Mabuk Saham - Jon Saham · 2026-10-24 · 유튜브 시청 2,326 · Board Views 12 · International

International

유튜브 썸네일

← 목록

저자: 미상 · 외국인

요약 보기

한 줄 결론: 자막 기준 발언자는 '큰 돈은 사고파는 데가 아니라 기다리는 데서 나온다'를 강조하며, 인도네시아 상황(루피아 약세·예금 실질가치 하락)을 근거로 주식 투자를 권하고 DMAS·PTBA·BBRI 사례를 든다. [거시·예금 논리] - 12개월 전 1억 루피아로 살 수 있던 Pertalite 양이 크게 줄었다는 예시로 현금·예금의 실질 가치 하락을 주장. - 예금/SBN 7% 금리는 인플레이션을 감안하면 실질 손실이라고 주장. 이자 과세 비판도 포함. - 보조금 축소 가능성을 언급하며 현금 보유는 손실이라는 입장. [투자 철학] - 잦은 매매는 거래비용·세금·감정적 실수로 수익을 깎는다고 주장하고, 복리와 장기 보유를 강조. - 시장 하락 시 손절하면 손실이 확정된다며 버티기를 권장. - 포트폴리오 분산은 최소 20~30종목이 권장된다고 언급하면서도, 집중 투자는 강한 멘탈이 있으면 괜찮다는 입장. [옵션·매매] - 본인은 옵션 스캘핑·스윙을 소액으로 시험 중이며 감마·세타·베가 학습 필요성 언급. 전체 자산의 0.5~2% 이하 권장. [개별 사례] - DMAS: 배당을 보고 진입했다가 뉴스에 매도하는 행태를 비판. 하락 후 회복 사례 언급. - PTBA: 하락 후 반등 사례로 제시되며 기다림의 중요성 강조. - BBRI: 정부 지주사 Danantara의 부채 상환을 위해 국영기업 배당이 유지·확대될 것이라는 전망. 배당 축소 우려 루머에는 반박. [리스크] - 특정 그룹·인플루언서 리딩방이 유동성 낮은 종목을 밀어 올린 뒤 물량을 떠넘기는 구조에 대한 경고. - 집중 포트폴리오 및 감정적 매매의 위험 강조.

다듬은 글

※ AI가 다듬은 글(오탈자·군말 정리)

01. Oke, kembali lagi bersama saya. Data memang bisa sedikit menipu, ya. Hari ini Sabtu, 24 Oktober. Kita ini warga yang berdiri sendiri (standalone), dan itu tidak berarti kiamat. Santai saja. Banyak orang sekarang dilempar ke mode bertahan hidup sendiri, selama pemerintah bisa membuat kebijakan yang tepat.

02. Hari ini saya ingin membahas uang besar ada di menunggu, bukan di jual-beli. Ini momen yang tepat untuk membahasnya. Uang besar tidak dihabiskan untuk jual-beli, melainkan untuk menunggu. Kalimat itu saya sampaikan dan kemudian kita bahas lewat kasus BBRI, DMAS, dan PTBA. Tiga kasus saja sudah cukup.

03. Lihat kasus CR kemarin. CR panik sekali, semua orang panik. Bahkan influencer besar yang kekayaannya puluhan miliar pun ikut lari. Ada yang menyarankan beli SBN atau deposito karena terlalu panik. Saya sebenarnya tidak merekomendasikannya. Rupiah Anda terus melemah.

04. Ambil contoh deposito. Dua belas bulan lalu Anda punya Rp100 juta. Dengan harga Pertalite waktu itu, uang itu bisa dapat sekitar 12.000 liter. Sekarang uang Anda sudah berkurang dan hanya dapat sekitar 8.333 liter... eh, maksud saya, Anda hanya dapat sekitar 6.250 liter. Selisihnya lebih dari 2.000 liter. Artinya nilai uang Anda turun sekitar 24 sampai 25 persen. Anda tidak menyadarinya karena tidak terlihat di aplikasi. Grafik saham di aplikasi kelihatan turun dan itu ilusi. Ilusi itu jadi nyata ketika Anda menjual karena panik. Sementara deposito bunga 7 persen terasa aman, nilainya justru tergerus.

05. Kalau 7 persen dari Rp100 juta, bunganya sekitar Rp7 juta setahun. Tetapi inflasi dan pelemahan rupiah memakan lebih dari itu. Sembilan bulan lalu Anda bisa dapat 48 liter Pertalite dengan uang yang sama, sekarang tidak sebanyak itu lagi, dan tahun depan subsidi bisa dicabut. Uang Anda sedang dimakan, dan Anda tidak merasakannya.

06. Menurut saya, Anda harus berada di posisi "sing or swim", atau tenggelam atau berenang. Anda harus berinvestasi, harus menyelam ke saham, harus berani. Kalau tidak berinvestasi, uang Anda tenggelam pelan-pelan.

07. Mereka yang tidak berani berinvestasi di saham sebenarnya sudah memilih untuk tenggelam. Uangnya sudah tenggelam, hanya saja mereka tidak merasa karena tidak terlihat. Kalau berani berenang, masuklah ke pasar saham. Bisa saham Indonesia, saham Amerika, atau berbagai saham kripto. Tidak harus saham Indonesia saja. Memang nanti akan ada drama seperti kemarin, tetapi Anda tidak punya pilihan lain. Kalau hanya diam dan menyimpan uang tunai, Anda sebenarnya sedang membuang uang.

08. Saya punya akun scalping dan akun swing, tetapi di opsi. Opsi itu bagi saya hanya untuk mengisi waktu, dengan uang yang kecil. Kadang untung, kadang juga rugi. Makanya kemarin saya bilang, saya masih trial and error. Sudah sebulan saya mencoba, dan saya ingin mencoba lagi sebulan atau dua bulan ke depan. Saya belum berani menjadi tutor, masih di jalur trial and error.

09. Di opsi ada istilah gamma, theta, vega, dan lain-lain. Masing-masing punya makna dan memengaruhi posisi. Jadi ada taktik yang harus dikuasai dulu. Untuk pemula ini cukup rumit, dan tetap belum tentu menghasilkan uang besar.

10. Benjamin Graham menyarankan, kalau ingin bermain jual-beli, maksimal 10 persen portofolio. Menurut saya, 10 persen pun masih terlalu besar. Lebih baik paling kecil 1 persen, kalau bisa 0,5 persen, sekadar mengisi waktu untuk bersenang-senang. Jangan sampai 20 atau 30 persen. Di opsi tidak ada likuiditas yang aman, dan ada risiko eksekusi yang bisa membuat posisi Anda bermasalah. Kalau tidak paham detail gamma dan vega, Anda bisa tersesat.

11. Uang besar sebagian besar ada di menunggu. Menunggu adalah aktivitas yang bernilai. Trading yang sering belum tentu membuat kemajuan yang konsisten. Anda terus jual-beli, dan biaya transaksi, pajak, serta kesalahan emosional bisa menggerus imbal hasil. Saya sendiri kadang membuat kesalahan emosional saat trading opsi.

12. Power compounding itu menyenangkan, bahkan lebih menyenangkan daripada trading. Anda cukup menunggu reinvestasi, reinvestasi, dan terus begitu. Kekayaan sejati sebenarnya datang dari memiliki bisnis berkualitas tinggi, lalu membiarkan waktu dan pertumbuhan eksponensial bekerja. Bunga majemuk itu membuat modal Anda terus berkembang tanpa terputus.

13. Pasar kadang merah, kadang hijau. Itu harga yang harus dibayar. Anda tidak bisa lari. Kalau mau kabur tanpa berinvestasi, uang Anda akan dimakan inflasi, dimakan rupiah yang melemah, dan dimakan dolar.

14. Soal pajak SBN juga lucu. Anda meminjamkan uang ke negara, negara membayar bunga, lalu negara meminta pajak dari bunga itu. Di Amerika tidak ada pajak bunga seperti itu. Entah siapa yang memikirkan logika ini, mungkin hanya ada di logika pejabat negeri ini.

15. Menunggu itu bukan kemalasan pasif. Menunggu adalah bentuk disiplin dan pengendalian diri yang sadar, supaya tesis investasi yang tepat bisa berjalan.

16. Sekarang kita lihat contoh DMAS. Saat pasar jatuh, banyak orang cut loss. Bayangkan, ada yang hanya perlu menunggu sampai Selasa, lalu harga naik tajam. Dari hari Senin sebenarnya sudah mulai naik, lalu tiba-tiba muncul kabar dividen yang meningkat signifikan, bahkan melampaui kejatuhan kemarin karena distribusi dividen yang besar. Kalau Anda terbawa emosi di titik ini, Anda kehilangan keuntungan. Di sinilah saya maksud, uang besar ada di menunggu, bukan di jual-beli. Kalau dijual di sini, semuanya hilang.

17. Ini juga bagian paling berbahaya di pasar. Ada orang yang identitas investasinya tidak jelas. Ia membeli DMAS karena dividen, dengan analisis yang cermat, dan itu fundamental. Tetapi karena mendengar kabar, ia keluar. Ia masuk karena fundamental dividen, keluar karena gorengan dan berita. Ada juga yang masuk karena gorengan, lalu keluar dengan alasan fundamental. Kasus seperti itu sering lucu: awalnya bermain merek, lalu harga anjlok, baru ia mulai analisis fundamental, dan akhirnya tersangkut tanpa cut loss.

18. Prinsipnya sederhana. Kalau masuk fundamental, keluarlah secara fundamental. Kalau masuk gorengan, keluarlah dari gorengan. Untuk investasi dividen, selama dividennya masih berjalan, kenapa harus dijual? Fokuslah pada dividen dan jangan terombang-ambing oleh kebisingan.

19. Lihat juga PTBA. Bulan ini sempat anjlok, lalu ada yang panik. Kalau Anda hanya menunggu, ternyata harganya kembali lebih tinggi dari sebelumnya. Belajarlah untuk menunggu. Kalau Anda terus berada di model yang tidak jelas, keluar-masuk terus, Anda tidak membangun portofolio dan akan mudah dibantai pasar. Orang yang tidak jelas identitas investasinya memang mudah dibantai di bursa.

20. Ada perbedaan penting. Kalau saya berinvestasi di dividen, targetnya dividen. Kalau saya memegang saham tertentu untuk capital gain, saya harus siap menghadapi penurunan. Jangan sampai tidak siap.

21. Sekarang soal portofolio. Banyak orang terlalu terkonsentrasi pada satu atau dua saham, atau satu sektor saja. Orang seperti ini biasanya merasa kuat, tetapi ketika pasar memukul, ia hancur. Ia menaruh banyak uang di satu atau dua saham, dan kebetulan saham itu yang jatuh. Pikirannya mulai kacau. Ia tidak cukup kuat untuk mempertahankan portofolionya.

22. Ada yang bilang tidak perlu diversifikasi, seperti Warren Buffett. Tetapi kalau dicermati, portofolio orang yang tidak merekomendasikan diversifikasi itu minimal 20 hingga 30 saham. Justru itu yang harus dipahami. Peter Lynch, misalnya, bisa punya portofolio ratusan saham, dengan puluhan atau mungkin 50 hingga 60 saham. Jadi jangan salah paham: diversifikasi minimal itu penting, dan itu juga yang dilakukan para legenda.

23. Tidak apa-apa, Jon. Yang penting kamu tetap kuat. Saya serius, saya benar. Yang saya maksud, itu tidak masalah, yang penting kamu kuat. Ada orang yang hanya dapat portofolio dari berita, kan? Cuma satu hal seperti itu dalam tim, kan?

24. Tidak apa-apa kalau kamu kuat. Tidak apa-apa, Bro. Kalau kemarin kamu berhasil melewatinya dengan cepat dan tidak sampai cut loss, cuma satu, itu tidak apa-apa. Saya tidak melarang kamu untuk melanjutkan. Tapi Jon, saya tunjukkan ini kepada orang-orang yang kehilangan uang kemarin hanya karena portofolio mereka seperti ini. Berarti sebenarnya kamu memang tidak cocok.

25. Saya bilang, sebenarnya kamu tidak cocok dengan satu-satunya model yang ada. Kamu tidak kuat, mental kamu tidak kuat. Daripada terus-menerus menguji diri sendiri, lebih baik kamu mulai memikirkan untuk berhenti sejenak, mungkin empat atau lima hari, supaya kamu bisa sedikit lebih tenang.

26. Oke, sekarang kita bahas saham BBRI. Apakah BBRI sudah kembali? Belum, tapi hampir. Ya, hampir sampai, meskipun belum sampai ke sana, kan? Tapi nanti akan ada dividen, Jon. Danantara juga sedang mencari pinjaman baru. Dia juga punya utang, kan? Dari mana Danantara akan membayar utangnya? Kalau bukan dari dividen, ya dari dividen BUMN, terutama bank-bank besar. Pendapatan terbesar mereka berasal dari dividen BUMN, dividen Bank Besar, kamu tahu.

27. Lalu bank besar ini tidak dibagi, kan? Seperti yang dia katakan, "Oh tidak, jadi jangan kurangi dividennya, lalu bagaimana Danantara akan membayar utang?" Danantara tidak bisa mencetak uang. Dia bukan BI, dia tidak menerima pajak. Dia bukan Menteri Keuangan. Benar, Bu. Dia tidak mendapat apa pun, dia tidak mendapatkan pajak dari negara.

28. Dia murni mendapatkan pendapatannya dari dividen. Jadi menurut saya, Danantara akan sangat gigih memerintahkan semua perusahaan ini untuk membagikan dividen kepada Bank Besar karena dia harus membayar utang. Danantara mencari pinjaman lain, kan? Mencari pinjaman, kan? Dia ingin, dia ingin. Meminjam lagi 16 triliun, ya, itu benar. Sepertinya firasat saya, dia ingin bertahan. Nanti ketika kita terlempar, kita akan mencari pinjaman lain. Menurut saya, dia akan menyuruh BRI membagikan janji dividen lainnya agar dia juga bisa mendapatkan uang tunai dan mencari pinjaman. Mungkin itu persiapan ketika pasar saham dipaksa turun, sehingga ada uang untuk bertahan seperti itu, kan?

29. Begitulah, Jon. Itu sudut pandang saya. Tapi selalu ada informasi yang beredar, "Wah, Danantara akan mencuri, uang BRI akan dicuri, jadi mereka tidak akan membayar dividen lagi, kan?" Hal-hal seperti itu. Terserah kamu mau percaya yang mana. Ada banyak analis di bursa saham ini, terserah masing-masing untuk punya pemahamannya sendiri.

30. Ada yang suka bermain sebagai bandar. Ada yang suka scalping, ada yang suka swing trading, ada yang suka sekadar nongkrong. Ada yang suka grup-grup ini. Jadi, dengan menjadi influencer di grup-grup itu, mereka akan menargetkan saham-saham yang tidak likuid. Fokusnya, fokus pada pembelian besar-besaran. Ada banyak grup karena cukup mahal, jadi tentu saja orang kaya yang bergabung adalah orang kaya.

31. Kalau orang-orang kaya berkumpul dalam satu grup dan semuanya menggunakan hal yang sama, pasti mudah untuk membuat harga naik. Begitu sudah naik, dia akan mengambilnya dari puncak. Ya, dia akan menjualnya di puncak. Setelah itu, mereka semua akan dibantai. Nanti akan jadi cerita bahwa saya juga dibantai oleh bandar, kan? Tidak apa-apa [tertawa], orang-orang suka begitu, kan?

32. Ya, tidak apa-apa, yang penting jangan marah. Saya bilang, jangan menyerang siapa pun, itu sulit. Jangan menyerang para influencer. Menurut saya, semua orang suka menjadi seperti orang lain. Makanya setiap orang punya kung fu-nya sendiri. Saya lebih suka investasi dividen yang sederhana.

33. Akhirnya, portofolio kamu hanya diuji ketika pasar merah, bukan ketika pasar hijau, teman-teman. Pasar hijau itu seperti monyet, kamu membuat akun dengan nama monyet acak dan memasukkannya ke hijau, kan? Tapi bagaimana jika kamu menginginkan ujian yang sebenarnya, bagaimana reaksimu ketika terjadi kehancuran besar? Itu ujian yang sebenarnya. Kalau kamu berhasil melewatinya, di masa depan, karena Bigam, eh, tapi kemarin, uang tunai terbesar dalam sejarah, akan saya bahas nanti, oke. Pertanyaan dan di antara mereka juga, oke? Baik. Sampai jumpa di video saya berikutnya.

원문 보기 · 글 내려 주세요 신청

← List으로
공유페이스북밴드

이 Articles에 대해 요청(숨김) 수정 요청

Comments 0