people장 홈📈 Stock Masters주식 유튜브를 Articles로 읽고 Author의 예측을 실제 가격으로 확인합니다 people장 Board 홈요청하기

한국어 · English

Kisah Investor Super Yang Menemukan Saham BYD Di Tahun 2002 (Li Lu The Chinese Warren Buffet)

Johan Jascha · 2024-07-16 · 유튜브 시청 3,127 · Board Views 8 · International

International

유튜브 썸네일

← 목록

저자: LiLu · 외국인

요약 보기

리루(Li Lu)의 투자 여정을 소개하는 영상. 1990년대 아시아 위기 후 가치투자로 전환, 2002년 BYD 투자 통찰, 2004년 Cheng Cheng 등 수익 사례(약 16,000% 상승 주장), 2024년 기준 운용자산 약 23억 달러 언급. 투자 조언보다는 역사적 서술 중심이며 미래 가격 예측 발언은 확인되지 않음. 자막 자동인식 오류 가능성 있음.

다듬은 글

※ AI가 다듬은 글(오탈자·군말 정리)

01. Catatan: ini adalah transkrip otomatis yang masih kasar, sehingga sebagian konteks belum sepenuhnya jelas, dan pembicara tidak diketahui namanya. Berikut hasil rapinya:

02. Setiap hari ada hal-hal luar biasa di dunia investasi. Salah satunya adalah seorang investor dari China yang sudah melihat potensi BYD sejak tahun 2002, atau sekitar 22 tahun lalu. Investor ini juga menyarankan kepada Warren Buffett melalui Berkshire Hathaway untuk berinvestasi di BYD, hingga akhirnya Berkshire memutuskan berinvestasi di BYD pada tahun 2008. Nah, tadi kita baru mendengar bahwa BYD baru saja masuk ke pasar Indonesia. Ternyata sudah ada orang yang memperkirakan BYD adalah perusahaan yang hebat sejak 2002. Inilah kisah perjalanan karier investor legendaris dunia, yaitu Li Lu.

03. Sebagai investor, Anda sebenarnya tidak terlalu peduli di mana saham itu diperdagangkan. Yang saya lihat pertama kali adalah valuasinya. Kalau valuasinya tidak cocok, saya bahkan tidak ingin melanjutkan.

04. Li Lu memiliki kisah hidup yang cukup menarik. Di masa mudanya, ia menjadi pemimpin demonstrasi di China dan menentang ideologi komunis yang menghapus hak-hak demokratis rakyat, di mana semuanya dikendalikan secara otoriter oleh negara. Salah satu demonstrasi terbesar di China adalah peristiwa Lapangan Tiananmen pada tahun 1989. Saat itu banyak warga memprotes kebijakan pemerintah, namun pemerintah merespons dengan tank dan senjata sehingga banyak korban jatuh akibat bentrokan antara aparat dan demonstran. Li Lu termasuk di antaranya. Akibatnya, pemerintah China menetapkan 21 tersangka yang dianggap pemimpin demonstrasi, dan Li Lu salah satunya.

05. Li Lu akhirnya meninggalkan China dan pergi ke Amerika Serikat, tepatnya ke New York City. Untungnya, ia mendapatkan suaka di Amerika. Hak suaka adalah hak yang diberikan negara kepada warga negara lain karena keselamatannya dianggap terancam. Li Lu juga dibantu oleh aktivis hak asasi manusia bernama Robert Benstein, yang menampungnya di Amerika karena saat itu Li Lu tidak memiliki uang dan belum bisa berbahasa Inggris.

06. Pada tahun 1990, Li Lu menerbitkan buku berjudul *Moving the Mountain* yang berisi pengalaman hidupnya di China. Buku ini kemudian juga dibuat menjadi film dokumenter pada tahun 1994 dengan judul yang sama. Li Lu melanjutkan hidup dan studinya di Columbia University dan berhasil meraih tiga gelar. Pertama, Bachelor of Arts di bidang ekonomi. Kedua, Master of Business Administration (MBA). Ketiga, Juris Doctor (JD), gelar di bidang hukum. Dari sini terlihat bahwa Li Lu bukan orang biasa karena mampu meraih tiga gelar selama studinya.

07. Perjalanan investasi Li Lu dimulai pada tahun 1993, ketika Warren Buffett, yang juga alumni Columbia University, memberikan seminar di sana. Li Lu mendengarkan apa yang disampaikan Buffett, dan menurutnya prinsip investasi Buffett sangat masuk akal dan meyakinkan. Sejak itu Li Lu mulai mempelajari investasi saham dan sudah mulai berinvestasi saat masih menjadi mahasiswa.

08. Li Lu lulus dari Columbia pada 1996. Ia ditawari bekerja di Wall Street, tetapi menolaknya dan memilih bekerja di perusahaan perbankan investasi bernama Donaldson, Lufkin & Jenrette. Ia hanya bertahan sekitar setahun, lalu pada 1997 mendirikan Himalaya Capital, perusahaan hedge fund miliknya sendiri yang masih ia kelola hingga kini.

09. Pada 1990-an, Amerika mengalami boom ekonomi sehingga banyak perusahaan hedge fund bermunculan. Meski terinspirasi dari seminar Buffett, pada tahun pertamanya Himalaya Capital mengalami kerugian portofolio hingga 19%. Penyebabnya adalah metode yang Li Lu terapkan sendiri, yaitu trading dan short selling di pasar Asia. Jadi, bahkan orang sehebat Li Lu pun pernah membuat kesalahan di awal kariernya dengan terlalu banyak trading.

10. Penurunan kinerja ini membuat salah satu investor besar di Himalaya Capital menarik dananya. Li Lu pun mulai beralih dari trader menjadi value investor, dengan memanfaatkan momentum krisis yang terjadi di negara-negara Asia. Pada 1998, ia berinvestasi pada saham perusahaan-perusahaan di Jepang dan Korea. Ketika terjadi rebound setelah krisis Asia, portofolio Himalaya Capital mengalami kenaikan luar biasa. Pada awal 2000-an, dana kelolaan Himalaya Capital telah mencapai 100 juta dolar AS.

11. Pada 2003, Li Lu pertama kali bertemu Charlie Munger saat acara Thanksgiving. Saat mengobrol tentang saham, Munger mengaku kagum dengan kecerdasan dan sudut pandang Li Lu dalam investasi saham. Munger bahkan sempat mencoba merekrut Li Lu untuk bekerja di Berkshire Hathaway, dan menyebut Li Lu sebagai salah satu orang paling berjiwa kapitalis yang pernah ia temui. Pertemuan ini menjadi awal hubungan jangka panjang antara keduanya.

12. Setahun kemudian, pada 2004, Li Lu meluncurkan dana baru yang sumber dananya berasal dari keluarga Munger sebesar 88 juta dolar AS. Dana itu dipercayakan Munger kepada Li Lu untuk dikelola. Dari sana, Li Lu berhasil melipatgandakan dana itu empat hingga lima kali lipat, atau *multibagger*.

13. Salah satu investasi terkenal Li Lu adalah di perusahaan minuman keras asal China, Kweichow Moutai. Ia melihat bahwa produk ini sangat disukai warga lokal maupun orang asing, dan saat itu harganya masih sekitar 4 hingga 5 kali pendapatan (PER). Pada 2004, Li Lu berinvestasi di sana. Harga saham Kweichow Moutai pada 2004 sekitar 10, dan pada 2024 sudah mencapai 1.477, atau naik hampir 16.000%, belum termasuk dividen.

14. Investasi Himalaya Capital berikutnya yang juga sukses adalah saham BYD. Pada 2002, Li Lu melihat BYD sebagai produsen baterai isi ulang terbesar di dunia, dengan menguasai sekitar 65% pasar global baterai nickel cadmium (NiCd). Ia juga melihat potensi besar dari baterai isi ulang ini dan BYD terus mengembangkan produknya. Tidak mengherankan jika beberapa tahun kemudian BYD juga menjadi produsen terbesar untuk baterai nickel metal hydride (NiMH) dan lithium-ion. Pada 2012, BYD menguasai lebih dari 50% pasar baterai ponsel dunia dengan berbagai jenis baterai, serta memproduksi komponen yang dibutuhkan untuk membuat ponsel. BYD juga kemudian meluncurkan BYD Auto, divisi otomotif yang kita kenal sekarang dengan kendaraan listriknya.

15. Pada 2024, Himalaya Capital memiliki dana kelolaan sekitar 2,3 miliar dolar AS. Ada lima saham pilihan Li Lu, antara lain saham Google, Apple, Berkshire Hathaway, Sampo of America, dan East West Bancorp. Jika kita melihat pola investor besar seperti Warren Buffett, Charlie Munger, atau Li Lu sendiri, mereka selalu berhasil melipatgandakan aset dengan imbal hasil yang sangat besar dalam jangka panjang, bahkan mencapai puluhan ribu persen. Seperti Li Lu yang berhasil mengubah investasinya di Kweichow Moutai menjadi keuntungan 16.000%.

16. Bayangkan jika dana 100 juta dolar itu tumbuh 16.000%, menjadi 16 miliar dolar. Meski butuh waktu belasan tahun, hasilnya tetap sangat besar. Sayangnya, saat ini banyak investor ingin cepat kaya dan berharap 1 juta bisa menjadi 1 miliar hanya dalam satu tahun.

원문 보기 · 글 내려 주세요 신청

← List으로
공유페이스북밴드

이 Articles에 대해 요청(숨김) 수정 요청

Comments 0