저자: 미상 · 외국인
요약 보기
결론: 이 영상은 Peter Lynch의 'Beating the Street'를 요약한 도서 리뷰이며, 특정 자산의 가격 방향에 대한 예측 발언은 없다. [책의 주요 주장 - 뮤추얼펀드 관련] 영상 진행자는 뮤추얼펀드에 대한 비판적 입장을 언급하며, 뮤추얼펀드의 75%가 지수(복합주가지수)를 이기지 못한다는 내용을 책에서 인용한다. 전문 투자 관리자가 일반 투자자보다 반드시 똑똑하지는 않으므로 전문 금융기관을 지나치게 두려워할 필요가 없다고 말한다. [투자에 필요한 자질] 주식시장에서 필요한 것은 뛰어난 두뇌가 아니라 주가 등락을 견디는 강한 배짱이라고 강조한다. 초등학교 5학년 수준의 산수만으로도 투자가 가능하다는 입장이다. [실험 사례] Peter Lynch가 학생들에게 주식 투자를 가르친 실험을 소개한다. 학생들은 자신이 이해하고 일상에서 쓰는 기업(Toyota, Nike, McDonald's, Kellogg's, Disney, Hasbro 등)을 골랐고, 그 성과가 전문 투자자를 앞섰다고 설명한다. [공식 1: 큰 그림 보기] 투자의 두 요소는 종목 선정(stock picking)과 보유 신념(믿음)이다. 경제와 기업이 어려움을 이겨낼 것이라는 믿음이 있어야 하락기에 매도하지 않는다고 설명한다. [공식 2: 과학, 예술, 발 품] 과학은 재무 지표 분석, 예술은 해석과 분석의 관점 차이, 발 품은 기업 리서치를 의미한다. Peter Lynch는 10개 기업을 연구하면 보통 1개의 좋은 기업을 발견한다고 말한다. [공식 3: 매출과 부채] 매출과 순이익이 꾸준히 증가하고 부채가 낮은 기업이 이상적이라고 설명한다. 부채비율이 1을 넘는 기업은 자본이 아닌 부채로 운영되는 것이므로 경계해야 한다고 강조한다. [공식 4: 나쁜 업종에서 찾기] 인기 업종은 경쟁과 가격 전쟁, 과열된 투자 수요로 주가가 적정가치를 넘기 쉽다. 소외된 업종의 우량 기업은 저가에 거래될 수 있으나, 시장이 인식하기까지 수개월에서 수년이 걸릴 수 있어 인내가 필요하다. [공식 5: 일상에서 찾기] 가족과 쇼핑하며 자녀가 좋아하는 매장이나 아내가 찾는 화장품 브랜드 등을 관찰하는 비공식 시장조사를 권한다. 자신이 일하는 업종에 대한 지식이 전문 애널리스트보다 유리할 수 있다고 말한다. [리스크 및 면책] 진행자는 이 영상이 투자 권유가 아니라 오락 목적이라고 명시한다.
다듬은 글
Saya sering membuat konten tentang keburukan reksa dana. Setelah kehilangan 225 juta, wajar saja kalau saya terobsesi mencari kebenaran tentang lembaga keuangan. Dalam buku *Beating the Street* karya Peter Lynch, ada sejumlah hal yang juga sudah saya tulis, misalnya bahwa 75% reksa dana kinerjanya di bawah indeks saham komposit. Manajer investasi yang kita kira lebih pintar dari kita ternyata belum tentu lebih pintar. Jadi jangan minder dengan lembaga keuangan profesional. Investor amatir bisa menghasilkan lebih banyak uang daripada profesional.
Di pasar saham, yang dibutuhkan bukan otak besar, melainkan perut yang kuat untuk menahan naik turunnya harga saham. Untuk berhasil berinvestasi, kita hanya butuh kemampuan matematika kelas 5 SD.
Peter Lynch pernah melakukan riset dengan mengajari anak-anak sekolah cara berinvestasi sepulang sekolah. Mereka diajari dasar-dasar investasi saham, lalu diminta memilih saham yang ingin dibeli. Anak-anak itu memilih saham perusahaan yang mudah mereka pahami, seperti Toyota, Nike, McDonald's, Kellogg's, Disney, dan Hasbro, karena produk dan tempatnya sering mereka gunakan atau kunjungi. Dalam rentang waktu tertentu, hasil anak-anak ini mengalahkan kinerja investor profesional. Tentu saja para profesional tersinggung dan mencari alasan rumit. Poin yang ingin disampaikan: penting membeli saham perusahaan yang kita pahami bisnisnya dan yang kita yakini.
Dalam video ini ada lima paket pengetahuan agar kita bisa berhasil berinvestasi di pasar saham. Selamat datang di channel 321. Sebelum belajar mengalahkan pasar saham, kita perlu belajar berinvestasi dengan benar. Kalau ingin dipercaya dengan rezeki yang lebih banyak, kita juga harus mulai bersedekah dari yang kecil.
Menurut buku ini, ada dua hal yang perlu diperhatikan saat berinvestasi saham: pertama, *stock picking* (memilih saham), dan kedua, *keeping faith* (tetap percaya pada saham). Banyak investor mampu memilih saham dan membelinya, tetapi tidak percaya pada saham yang sudah dibeli. Setiap orang sebenarnya punya kemampuan *stock picking*. Anak sekolah pun bisa. Profesional bisa membaca laporan keuangan dan menghitung ini-itu, tetapi kemampuan memilih saham tidak berguna kalau kita tidak percaya pada saham yang kita beli. Kita sering lebih percaya pada berita buruk yang beredar. Tanpa kepercayaan, investor cenderung menjual ketika ketakutan memuncak, dan biasanya itu terjadi saat harga sedang anjlok.
Sekarang lihat gambaran yang lebih besar. Apa maksud percaya bahwa ekonomi Indonesia akan bertahan dan membaik? Percaya bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia bisa melewati masa sulit. Hidup ini naik turun: hari ini sehat, besok sakit; hari ini miskin, besok kaya; hari ini kering, besok hujan; hari ini musim semi, besok musim dingin. Kita perlu tahu bahwa ekonomi juga begitu: hari ini bagus, besok buruk, lalu bagus lagi.
Buku ini menyebutkan bahwa Peter Lynch menjadi manajer investasi dan mengalami 40 kali pasar saham turun 10%. Dari 40 kali itu, ada 13 kali pasar turun lebih dari 33%. Banyak investor, termasuk kita, tidak sadar bahwa setiap kali pasar saham turun, pasar akan kembali naik dan mencetak rekor tertinggi baru. Penurunan adalah hal yang tidak bisa dihindari, tapi pasar selalu kembali lebih tinggi dari sebelumnya. Percayalah pada Indonesia, percayalah pada perusahaan yang kita beli, dan berinvestasi secara rutin dengan *dollar cost averaging*. Setelah badai berlalu, selalu ada pelangi.
Ada tiga faktor yang bisa membuat investor seperti kita menjadi investor hebat: ilmu, seni, dan kerja lapangan.
Pertama, ilmu. Ini sama dengan kemampuan *stock picking*: bagaimana menggunakan faktor-faktor kuantitatif untuk menilai bisnis perusahaan. Ini seperti memahami laporan keuangan, apakah perusahaan bertumbuh atau dijalankan dengan utang, dan apa dasar nilai sebuah saham.
Kedua, seni. Ini sama dengan kemampuan analisis, yaitu memahami bahwa perspektif setiap orang bisa berbeda. Sama seperti menganalisis objek yang sama, hasil analisis setiap orang bisa berbeda. Dalam jangka panjang, harga saham bergerak mengikuti pendapatannya. Kita menganalisis kinerja masa lalu, lalu faktor-faktor terkait lainnya untuk memprediksi kinerja masa depan, dan hasil pemahaman setiap orang bisa berbeda. Peter Lynch berkata bahwa kita harus bisa menjelaskan perusahaan yang ingin kita beli kepada anak kecil dalam lima menit sebelum mereka bosan. Ini menunjukkan bahwa kita paham dan menguasai perusahaan yang kita beli.
Ketiga, kerja lapangan. Ini sama dengan kebiasaan melakukan riset. Dalam kariernya sebagai manajer investasi, Peter Lynch bisa mengunjungi ratusan perusahaan per tahun dan membaca ratusan laporan keuangan setiap tahun. Ia mengatakan bahwa setiap kali mempelajari 10 perusahaan, biasanya ia menemukan satu perusahaan bagus. Saat mempelajari satu perusahaan, biasanya kita juga akan menemukan perusahaan lain, baik pesaingnya maupun pemasoknya. Kita bisa mempelajari bisnis perusahaan itu.
Kita semua tahu bahwa kalau ingin membuka usaha, kita harus menghasilkan laba. Kita juga tahu bahwa perusahaan yang benar-benar bagus biasanya punya banyak utang. Jadi cara paling sederhana untuk menentukan apakah perusahaan yang kita beli punya bisnis yang baik adalah dengan melihat pendapatan dan utangnya.
Bisnis yang ideal adalah ketika pendapatan kotornya terus naik setiap tahun, laba bersih juga terus naik setiap tahun, dan utangnya rendah. Ada kemungkinan lain: pendapatan kotornya tumbuh kecil, tetapi perusahaan berhasil meningkatkan efisiensinya sehingga laba bersihnya bisa terus bertumbuh. Artinya perusahaan itu mengalokasikan sumber dayanya secara optimal, dan perusahaan seperti ini perlu kita pantau.
Selanjutnya, kita perlu memperhatikan utang perusahaan. Sebagai investor jangka panjang, menganalisis utang adalah faktor penting. Utang adalah faktor besar yang sering membuat perusahaan bangkrut. Coba cek di Google: perusahaan dengan utang terlalu besar sering ditinggalkan investor karena berisiko gagal bayar atau bangkrut, terutama jika utang itu tidak disertai pertumbuhan pendapatan.
Hati-hati. Utang sering dianggap alat untuk mempercepat pertumbuhan bisnis. Pebisnis bertaruh bahwa usahanya akan terus tumbuh, tetapi optimisme sering berubah menjadi pesimisme karena ekspektasi dan kenyataan tidak selalu sejalan. Utang yang terlalu besar sering berujung di luar kendali. Sebagai investor, kita ingin perusahaan yang dijalankan dengan modal sendiri, bukan dengan utang. Biasanya kita bisa melihatnya di rasio utang perusahaan: jika lebih dari satu, berarti perusahaan dijalankan dengan utang, bukan modal sendiri.
Di video sebelumnya saya sudah menjelaskan 10 karakteristik saham perusahaan multi-bagger. Kenapa mencari perusahaan di industri yang buruk? Karena industri yang sedang panas sering menarik banyak pesaing dan persaingan. Akibatnya, perusahaan sering terlibat perang harga promosi yang membuat margin laba mereka turun. Alasan lainnya, industri yang sedang panas sering menarik banyak investor sehingga harga sahamnya menjadi mahal melampaui nilai intrinsiknya yang baru.
Di industri yang buruk, ketika investor lain meninggalkan industri itu, investor *retail value* bisa menemukan perusahaan bagus yang dijual dengan harga murah. Tentu saja dibutuhkan waktu bagi analis dan manajer investasi untuk menyadari bahwa ada perusahaan bagus di industri buruk ini. Biasanya bisa butuh berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Jangan hanya membeli lalu berharap naik bulan depan. Kesabaran dan perut yang kuat adalah faktor penting dalam berinvestasi.
Setiap orang bisa menjadi investor, bahkan anak kecil pun bisa. Investor seperti kita, para "Cebong dan Kampret", sebenarnya punya kesempatan untuk menemukan potensi bisnis yang bagus lebih dulu dibanding manajer investasi profesional.
Dalam buku ini, Peter Lynch sangat suka menghabiskan waktu bersama keluarganya di pusat perbelanjaan atau kegiatan di luar ruangan. Saat bersama keluarga, ia memanfaatkan kesempatan itu untuk melakukan riset pasar secara informal. Ia mengamati anak-anaknya dan istrinya. Anak-anaknya sangat suka pergi ke toko permainan, mainan, seni, dan pakaian. Istrinya suka berbelanja kosmetik di The Body Shop. Ini menjadi sinyal bagi investor untuk melakukan riset yang lebih dalam tentang perusahaan-perusahaan itu. Lalu Peter bertanya kepada anaknya kenapa mereka membeli pakaian di Gap, dan anaknya menjawab karena semua anak sekolah membeli pakaian di sana. Ia bertanya kepada istrinya kenapa suka The Body Shop, dan istrinya menjawab karena produknya ramah lingkungan dan harganya terjangkau. Dari riset pasar informal ini, Peter bisa tahu tren apa yang sedang populer dan menganalisis perusahaannya lebih jauh.
Jadi sebenarnya kita tidak butuh kecerdasan super, tidak butuh keahlian khusus, atau sumber informasi yang hebat untuk menemukan perusahaan bagus. Kita bisa mulai dari lingkungan rumah, tempat kerja, area rekreasi, dan lainnya. Kalau Anda bekerja sebagai sales mobil, Anda punya keunggulan untuk menganalisis industri otomotif lebih dulu dibanding analis atau manajer investasi yang sering menganalisis beberapa industri sekaligus. Jadi intinya, manfaatkan setiap kesempatan di luar rumah untuk melakukan riset pasar informal. Perhatikan tren atau hobi baru di lingkungan rumah atau tempat kerja. Investor seperti kita juga punya keunggulan di industri tempat kita bekerja dibanding analis atau manajer investasi. Jadi jangan merasa rendah diri hanya karena manajer investasi terlihat lebih pintar. Yang terpenting adalah selalu berinvestasi di industri yang kita kuasai. Kalau kita anak kos dan benar-benar paham soal mi instan, berarti kita terlibat di industri makanan dan minuman. Tidak perlu ikut-ikutan masuk ke industri batu bara.
Terakhir, perlu saya sampaikan bahwa video ini bukan saran investasi, hanya untuk hiburan. Silakan baca bukunya sendiri untuk detail lebih lanjut. Jangan lupa like, subscribe, dan nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan video berikutnya. Sampai jumpa di video selanjutnya. Salam.


Comments 0